Read Aloud Jaman Now? Wajib Bunds!
Read Aloud Jaman Now? Wajib, Bunds!
Sebelumnya teman-teman pasti sudah pernah tahu atau mendengar kata itu. Lalu sebenarnya apa sih read aloud?
Apa ya?
Read Aloud is jowonya *moco banter* alias membacakan nyaring.
Iya. Seperti namanya membacakan nyaring. Ya, hanya kegiatan membacakan buku pada anak dengan suara nyaring. Utamanya suara jelas, intonasi, tatap muka antara pembaca dengan pendengar dan kecepatannya pelan-pelan. Biar anak bisa mencerna dan menyimpannya dalam ingatan.
Biar apa sih kok masih bayi aja dibacakan buku? Orang baru saja berpindah dari alam rahim ke alam dunia,kKan belum ngerti?
Mungkin banyak yang masih bingung ya alasannya. Kenapa? Mengapa harus membaca? Biar apa?
Jadi Gaisku. Indra pendengaran anak kita bisa berfungsi malah sejak sebelum datang ke dunia. Tepatnya saat dalam rahim kita. Bila kita lebih awal lagi, malah bisa juga kita mulai read Aloud sejak hamil.
Ada quote cakep Gaisku
*Pendidikan itu bukan seperti mengisi ember, tetapi seperti menyalakan api* William Butler Yeats
Apa sih maksud dari quote di atas? Pendapatku pendidikan itu tidak bisa instan, cepat, byur masukin air dalam ember selesai. Akan tetapi butuh proses, butuh perjuangan panjang, butuh strategi, butuh langkah, butuh pengorbanan. Seperti saat kita menyalakan api.
Saat menyalakan api, kita butuh kayu bakar misalnya, butuh batu, kayu yang kering, tempat yang aman dari angin atau hujan agar bisa menyala.
Apa sih tujuan nya? Apa tujuan read aloud? Apakah agar anak kita cepet bisa baca? cepat mahir membaca? Lebih cepat bisa baca daripada yang tidak?
Bukan. Bukan itu Gaisku.
Read Aloud ini buanyaaak manfaat. Di buku yang ditulis Bu Rossie Setiawan dalam bukunya Membacanya Nyaring setidaknya ada sepuluh manfaat. Apa aja, sih?
Manfaat read aloud:
1. Bisa membantu menstimulasi otak anak
2. Melatih pendengaran anak
3. Merangsang imajinasi anak
4. Melatih rentang perhatian dan mengingat
5. Menciptakan kedekatan/bounding dengan orangtua
Kenapa membacakan nyaring perlu membaca judul dan penulis bukunya?
Iya Gaisku. Ibarat kita yang udah gede baca buku/ novel. Dah sering baca bolak-balik, karena suka. Eh gak tau judul sama penulisnya/ pengarang. Pas kita mau cari lagi buat baca, kan jadi bingung.
Nah, dari itu kita membiasakan sama anak biar lebih sistematis, runut, dan menghargai yang membuatnya juga.
Komentar
Posting Komentar